“Nic!” Aris melongok dari pintu ruang HRD. “Lima menit lagi, oke?” Monic mengacungkan jempolnya. Aris kembali masuk ke ruangan, dan Monic kembali menunggu di sofa luar ruangan HRD. Kehidupan b***k korporat sungguh nggak tertebak. Di saat Monic bisa pulang tepat waktu dan available untuk ajakan hang out sepulang kerja, Aris malah harus pulang terlambat karena ada urusan urgen di divisi Human Resource. Monic menunggu sambil main game Triple Match di ponselnya. Dia nggak keberatan menunggu sebentar karena Aris berjanji untuk mengajaknya ke coffee shop yang punya sajian kopi mantap dan makanan lezat—yang mana menurut Monic sangat jarang. Jika Ayuni adalah sobat mabuk Monic, maka Aris adalah sobat kulinernya. Aris nggak cuma suka kulineran, cowok itu juga jago masak. Monic sudah menyuruhnya

