BAB 37

1500 Words

Lapangan voli mulai nggak aman. Beberapa anak-anak muncul dan mulai beraktivitas di sekitar sana. Alhasil, lagi-lagi Monic menyeret Gerald mencar tempat ngobrol yang lebih nyaman lain. Kali ini, pilihannya jatuh pada minimarket yang ada di luar komplek perumahan. Ada bangku yang disediakan di samping terasnya—yang untungnya sedang kosong. Ngga lupa, Monic membeli air mineral karena tenggorokannya mendadak kering, mungkin karena kebanyakan mengomel seharian. “Ini … masih membingungkan. Kak Gerald beneran suka sama aku?” Monic sedikit ngeri mendengar kalimat itu dari bibirnya sendiri, tetapi hal ini benar-benar harus dituntaskan. Bodo amat dengan pertanyaan yang terdengar sangat nggak berkelas itu. Tembok yang dibangun Monic sejak kemarin-kemarin bernasib sama seperti tembok Berlin, roboh.

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD