Erlan membuka perlahan matanya berusaha menyesuaikan cahaya silau yang terpancar di wajahnya, ia memegang kepalanya yang terasa begitu pusing sambil berusaha bangun dari pembaringannya. Setelah merasa dirinya sudah lebih baik, ia mulai menatap keadaan sekitar. Pandangan ruang tengah sebuah rumah masuk dalam penglihatan Erlan, ia kemudian menyadari bahwa saat ini ia duduk di sebuah sofa. Ingatan tentang kejadian semalam berputar di kepala Erlan, ia kemudian berdiri mencari keberadaan Cici. "Udah bangun Lo?" Suara yang bertanya tersebut membuat Erlan segera memandang ke arah sumbernya, ia melihat Cici yang sedang duduk di meja makan menikmati sarapannya dengan menatap tajam padanya. Gadis itu kemudian menunjuk ke arah meja kecil dekat sudut ruang tengah dengan dagunya, di sana ada ha