Part 83

1760 Words

Keesokan harinya, Melisa masih tertidur di dalam kamarnya. Di ruang makan Leebin sudah duduk sambil melihat arloji dalam pergelangan tangan kanannya. Sudah waktunya dia berangkat ke kantor. Pria itu sudah duduk di sana sejak tiga puluh menit yang lalu. “Di mana Melisa?” Tanya pria itu pada asisten yang kini tengah berdiri di sebelahnya. “Di dalam kamar, Presdir.” “Kenapa pelayan tidak membangunkannya, apakah dia lupa kalau dia harus menemaniku sarapan pagi?” Tanya pria itu kembali. Padahal dia menekankan hal itu hanya untuk membuat Melisa makan tepat waktu. Dia tahu Melisa sering telat makan dengan alasan untuk menjaga kesetabilan berat badannya. “Nona semalam sudah berpesan kepada saya kalau Nona Melisa tidak bersedia menemani Anda sarapan dan juga tidak ingin berangkat bersama

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD