Part 74

1422 Words

Kamar berantakan, baju berserakan. “Kenapa? Kok sedih?” Tanya Leebin seraya memungut kembali bajunya lalu memakainya. Pria itu menatap wajah Melisa, wanita itu masih rebah sambil meremas selimut yang kini menjadi penutup satu-satunya. Melisa tidak menjawab, wajah wanita itu terlihat kesal padanya lantaran dia sedikit memaksa untuk melayaninya siang ini. “Mel?” Tanyanya lagi sambil menundukkan tubuhnya di sebelah tempat tidur seraya mengurung Melisa menggunakan kedua lengannya. “Kamu nggak ngasih aku privasi sama sekali, seenaknya memulai!” Sungut Melisa sambil memalingkan wajahnya ke arah lain. “Tadi yang minta cepat-cepat dan terus, kenapa berhenti, buruan, siapa?” Mengulang ucapan Melisa sambil menahan senyum. “Leebin! Sudah, sana, sana. Berkas kamu menunggu.” Wajah Melisa mulai

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD