46. Di Atas Harapan

2055 Words

Malam semakin larut, bulan purnama semakin indah bertengger di peraduannya. Jendela kamar Farel terbuka lebar dengan gorden yang menyingkap. Farel sengaja membuka lebar jendela kamarnya karena ingin melihat pemandangan langit yang sangat indah. Saat ini Farel tidur miring menghadap ke kiri, sedangkan Ara tidur meringkuk menghadap ke kanan. Mata Ara terus menatap wajah teduh suaminya, sedangkan suaminya tidak melepaskan pandangannya pada keindahan bulan dan bintang yang mengelilinginya. Malam ini mereka tidur bersama, karena kamar di rumah Farhan pun terbatas. Sedangkan Alvarez tidur bersama neneknya. Ara mengusap ranjang dengan pelan, sudah sembilan bulan ia tidak tidur bersama suaminya. Selama masa itu, Ara merasakan kehampaan. Dan kini suaminya ada di hadapannya, tapi untuk memelu

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD