BAB 88

1219 Words

Agni dan Andra berbaring di dalam tenda dengan posisi terbuka sehingga mereka bisa melihat bintang. "Langit indah bukan?" Agni menatap Andra. "Iya," Andra tersenyum. "Seperti masa depan kita." Agni tersenyum lebar. Ia lalu telungkup menatap Andra. "Kamu sungguh tidak mempermasalahkan kepergianku ke Australia nanti?" Agni membelai pipi Andra. "Ini bukan persoalan tidak mempermasalahkan. Ini persoalan aku mengikhlaskan segalanya. Kamu bebas melakukan yang kamu mau, selama itu baik," Andra menyunggingkan senyum. "Aku berpikir panjang. Toh, kita hanya berpisah setidaknya dua tahun. Tapi dengan kita menikah, selamanya akan bersama. Jadi, aku pikir, jalani saja," Andra menarik leher Agni dan mengecupnya. "Andra, kamu baik sekali dan pengertian. Kamu tahu kalau aku sayang kamu bukan?

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD