Zosma bergerak menuju Panti Asuhan Kasih Bunda. Lokasinya sekitar empat puluh menit dari tempatnya berada. Setibanya di panti asuhan, suasana terlihat lengang. Mungkin karena sudah menjelang malam. Tapi setidaknya kepala panti asuhan pasti ada di lokasi. Aku harus bergerak cepat. Setibanya di lokasi, ia mulai mengamati situasi terlebih dahulu. Tidak banyak orang dan ini momen yang tepat agar bisa bicara dengan leluasa. Zosma bergerak masuk ke dalam bangunan panti asuhan. Ia bertanya pada seorang ibu yang sedang sedang membersihkan ruangan tengah. "Maaf saya ganggu," ujar Zosma. "Iya pak," ibu itu bertanya. "Apa saya bisa ketemu pimpinan panti asuhan ini?" tanya Zosma. "Bapak dengan siapa?" tanya ibu itu. "Saya detektif," ia lalu menunjukan identitas palsu yang ia buat

