BAB 150

1342 Words

Andra langsung merasa tegang saat dokter masuk ke dalam ruang bersalin. Ia membiarkan Agni menggenggam tangannya untuk menyalurkan rasa mules yang membuatnya tidak enak. Dokter memberikan arahan pada Agni agar menarik nafas panjang dan mendorong sekuat tenaga. Setelah sekitar tiga puluh menit berjuang, tangis bayi membahana di ruangan itu. Bayi lelaki tampan pun lahir dari perut Agni. Andra memangkunya sambil berkaca kaca. Tak percaya kalau ia dan Agni bisa menjadi orangtua. Andra memperlihatkan bayi mungil itu pada Agni dan membiarkan istrinya menggendongnya. "Tampan sekali," Agni berurai air mata tak percaya. Agni memeluk putra pertamanya dengan penuh haru. Tak lama, Kakek Alta masuk ke ruangan dan berkesempatan untuk melihat bayi mungil itu untuk pertama kali. "Kakek senan

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD