25. Pemantik Amarah

1270 Words

d**a Viona mencelos mendengar ucapan Leon. Pria yang di hadapannya ini, sangat berbeda dengan pria yang bersamanya di balkon semalam. Viona menatap nanar ke arah Leon yang juga menatapnya. “Leon,” ucapnya pelan. Leon menatap kilauan kecewa di mata cantik Viona. Wajahnya semakin serius dan mulai berjalan ke arah ipar rasa kekasihnya itu. “Kam—“ “Sayang,” panggil Robin yang keluar dari kamar. Leon membatalkan langkahnya mendekati Viona. Dia memilih duduk di kursi bar yang ada di dekatnya. Viona mengalihkan pandangannya. Mengedipkan matanya lalu menghapus titik air mata yang ada di sudut matanya. Robin datang dan duduk di samping istrinya. Dia langsung meminum air di gelas minum istrinya sampai tandas. “Kamu kok udah bangun jam segini. Ada apa?” tanya Robin. “Gak papa. Tadi abis pipi

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD