39. Dua Keputusan Besar

1631 Words

“Aku jijik, Leon! Aku marah! Aku jijik sama diri aku sendiri!” Tangis Viona pecah lagi. Dia sampai meremas kemeja Leon di bagian d**a. Viona menyembunyikan wajahnya di d**a Leon sambil terus menangis. Dia menyesal menyerahkan segalanya untuk Robin, pria b***t pemuas banyak wanita. Leon yang mengerti perasaan kekasihnya hanya bisa memeluk erat Viona. Dia tidak bisa melakukan apa-apa, selain menjadi benteng kokoh yang akan melindungi sang kekasih. “Aku benci dia, Leon. Aku benci dia!” pekik Viona tertahan dalam isak tangisnya. Leon tak menjawab lagi. Dia memilih diam dan menenangkan saja. Ini masalah perasaan Viona yang merasa dilecehkan oleh suaminya sendiri. Padahal Viona sudah totalitas memerankan perannya, tapi ternyata di luar sana Robin masih sibuk dengan para wanitanya. Setelah

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD