Buku Kedua : Cetak Biru II

1216 Words

27 Desember 2018 "Haaaaahhh, bosan." Kalimat itulah yang keluar dari bibirku ketika menunggu Daniel selesai dengan pekerjaannya. Aku lihat sejak pagi Daniel hanya duduk di depan komputer miliknya tanpa beranjak dari tempat duduknya. Mungkin kursi yang ia duduki saat ini telah berlubang karena tidak sanggup menahan beban dan panas seseorang yang berada di atasnya. Hanya sesekali aku lihat Daniel berdiri untuk sekadar ke toilet atau mengisi ulang air minumnya. "Hei, Daniel. Apakah kau tidak bosan?" Keluhku yang sedang merebahkan diri sofa yang berada di depan televisi sambil bermain ponsel melihat serial film kegemaranku di internet. "Tidak, aku bukan orang yang tidak bisa diam dan fokus seperti dirimu." Jawab Daniel ketus. "Bukan itu maksudku, tetapi kau telah duduk di depan komputermu

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD