Buku Kedua : Gudang Ambruk III

1440 Words

26 Desember 2018 "Nona Rin!" Suara Ratu terdengar nyaring di telepon. "Hei, pelankan suaramu, Nyonya Ratu! Ada apa kau menghubungiku?!" Jawabku ketika aku berada di tengah jalan menuju ke lokasi gudang yang runtuh. "Ma-maafkan aku, Nona. Aku terlalu panik." Jawabnya yang terdengar gemetar dari ujung telepon. "Daniel, tolong berhenti sebentar di tepi jalan. Mungkin Ratu menghubungiku untuk sesuatu yang penting." Ucapku kepada Daniel sambil menutup mic pada ponselku. "Baiklah, tidak masalah. Ada apa? Kenapa kau tiba-tiba meneleponku?" Sahutku kepada Ratu. "Sesaat yang lalu, mendadak pihak gudang menghubungiku, mereka berkata jika kau mengunjungi gudang Airconst. Apakah itu benar?" Sahut Ratu yang terdengar panik. "Ah, benar." Jawabku singkat. "Astaga, Nona Rin! Kenapa kau tidak mengh

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD