Bab 18

1861 Words

Roda-roda jet pribadi milik keluarga Abraham akhirnya menyentuh landasan pacu Bandara Paris-Le Bourget dengan mulus. Pendar cahaya matahari sore khas Eropa Barat yang lembut menyambut kedatangan rombongan VIP tersebut, menerobos masuk melalui kaca jendela kabin yang jernih. Begitu pintu pesawat terbuka dan udara dingin kota Paris menyeruak masuk, Olivia menyunggingkan senyum lebar yang teramat puas di balik kacamata hitam berbingkai emasnya. Sepasang mata karamelnya berbinar-binar penuh kegembiraan murni. Akhirnya, kakinya kembali menginjakkan tanah Kota Cahaya—pusat mode dunia yang selalu menjadi impian setiap wanita. Rasa sesak, ketertekanan, dan memori tentang d******i brutal Vernon di mansion seketika menguap, tergantikan oleh antusiasme luar biasa yang membakar jiwanya. Di dalam pik

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD