Setelah kejadian memalukan yang terjadi di balkon kamarnya, Alena mulai menyadari jika ada yang aneh dengan sikap Dewa. Pria itu kini terlihat terang-terangan menunjukkan ketertarikannya pada dirinya. Alena yang memang tidak ambil pusing dengan sikap Dewa memilih untuk mengabaikannya. Namun semakin lama, sikap pria itu membuatnya sedikit takut. DOR.. Alena terkesiap saat Runa tiba-tiba mengagetkannya. Gadis itu hampir saja berteriak. Namun untung saja Alena memiliki refleks yang baik. "Ngelamunin apa sih lo, Len? Gue liat akhir-akhir ini lo sering ngelamun deh." ujar Runa mengernyit. Alena menghembuskan napas kasar. Sepertinya tidak ada salahnya dia bercerita pada sahabatnya ini. "Na, menurut lo kalau ada seseorang yang suka ngasih makanan ke elo, sering nganterin lo sekolah sa

