Jantung Alena berdegup dengan kencang saat dua pria yang selama ini tidak pernah mengusiknya, kini justru tengah mengejar dirinya. Dengan air mata yang tak berhenti berderai dan raut ketakutan, Alena sekuat tenaga berlari entah kemana. Yang ada di pikirannya saat ini hanyalah bisa menghindari dua pria itu. Jarak Alena dengan dua pria kembar yang masih terus mengejarnya cukup jauh. Namun tidak menutup kemungkinan jika keduanya bisa menyusul langkah Alena yang kecil. Apalagi kaki mereka sama-sama jenjang dan bertubuh jangkung. Alena mulai tersenggal karena terus berlari tanpa henti. Dia akhirnya sampai di taman yang berada tak jauh dari tempat kosnya. Dan untung saja suasana taman saat ini cukup ramai. Netra bening Alena berpendar gelisah menatap sekitar taman untuk mencari tempat yang

