Rumi tidak menjawab. Dia bahkan tidak melihat ke arah Dikta, matanya terkunci lurus, tajam dan menusuk tepat ke manik mata Jagad. Langkah kaki Rumi terdengar bagai vonis mati hakim bagi Jagad saat dia memangkas jarak di antara mereka. Satu langkah. Dua langkah. Tiga langkah. Dia berhenti tepat di hadapan Jagad. Tanpa satu kata pun, Rumi mengangkat tangannya dan menyodorkan ponselnya tepat ke depan wajah Jagad. Waktu seolah berhenti berputar. Jagad tahu inilah waktunya. Di layar itu, terpampang jelas sebuah foto dengan resolusi tinggi. Itu bukan foto buram dari CCTV. Itu foto close-up yang memang disengaja. Wajah Jagad yang terlelap di atas bantal hotel, mulutnya sedikit terbuka. Dan di sebelahnya, tampak wanita berambut pirang tanpa busana. Lengan Jagad melingkar di tubuh telanjang wa

