Part 37. Jagad Hamil?

1654 Words

"Kenapa menangis, Jagad? Bukankah kamu merindukanku?” Jagad menggelengkan kepalanya sangat kuat, kedua tangannya menutupi telinga, berusaha tidak mendengar suara rayuan si wanita itu, “pergi! Kau tidak nyata. Pergi!" “Kemarilah, sayang, aku masih menginginkanmu. Kita belum selesai main kan? Jangan munafik, Jagad," bisik suara itu lagi, kali ini terasa seperti hembusan napas tepat di tengkuknya. "Tubuhmu mengingatku. Tubuhmu merespons di malam itu, kan? Akui saja." Kedip si wanita ini, bertindak semakin berani. Tubuhnya yang tanpa sehelai benang pun sekarang malah ada di atas tubuh Jagad dengan dua kaki mengangkang, mengunci Jagad agar tidak kemana-mana. Jagad berteriak panik. Dia mendorong tubuh wanita itu sekuat tenaga hingga terjatuh. “Pergiii! Jangan sentuh aku!” pekik Jagad. "Hah

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD