"Selamat pagi, Cantik." Dewa menggendong putri keduanya dan membawa bayi mungil itu ke depan untuk berjemur. Pada saat lahir, tubuhnya agak kekuningan sehingga Dara harus full memberikan ASI. "Ayo, ikut Papa. Kita jalan-jalan." Dewa meletakkan Sarah di stroller, lalu membuka pintu dan berjalan menuju halaman. Setelah kecelakaan itu, kakinya pincang dan tidak bisa berjalan normal seperti yang lain. Dewa tak pernah berkecil hati atas kondisinya saat ini. Dia malah mengucap syukur karena kini bisa berkumpul dengan keluarganya setelah satu tahun berpisah. Walaupun pekerjaannya saat ini tak menghasilkan sebanyak dulu, tetapi dia tetap menjalaninya dengan ikhlas. Dewa percaya bahwa Allah lebih tahu apa yang menjadi kebutuhannya. Mereka hanya perlu berusaha. "Papa!" Dewa menoleh dan

