Tomi melanjutkan dugaannya. “Tadinya aku liat Edith jalan sendiri, tapi ternyata ada cowok yang mendekatinya dan mereka berdua senyum-senyum. Aku pikir sodaranya, tapi pas liat dia beli kondom, wah … pikiranku jadi berubah.” Dandy tidak sempat menanggapi cerita Tomi, karena keburu dipanggil dosen pembimbingnya dari dalam ruangan. Tapi dia tetap berucap terima kasih atas laporan Tomi. “Dandy! Hei, pa kabar, Bro,” ucap Inka, dosen pembimbing Dandy yang nyentrik, perempuan tapi perawakan tomboy. Dandy mengangguk tersenyum, duduk di depan Inka. “Baik, Bu.” Inka tersenyum puas, dia menyerahkan lembaran-lembaran dokumen ke hadapan Dandy dan ada beragam coretan. “Kamu perbaiki bab ini, lalu kirim ke saya, dan kamu bisa lanjut bahas bab selanjutnya.” “Itu saja?” “Ya, itu saja. Mau saya tamb

