“Ya, aku tau kamu pergi ke London, aku melihat tiket di atas meja bar di apartemenmu, aku sebenarnya mau tanya soal itu, tapi sepertinya kamu sedang tidak ingin aku tahu, jadi aku diam saja," ujar Dandy menjelaskan. Edith memegang dahinya, pikirannya kusut, dan perasaannya yang lemah tak lagi semangat. “Maaf, Dandy.” “Nggak apa-apa, aku tau kamu sedang ingin tidak bersamaku,” ujar Dandy, dan suaranya terdengar tenang. Edith mengatur emosinya, sedikit mencurigai sikap tenang Dandy, dan dia pun teringat akan sesuatu. “Dandy, aku mau tanya soal cardigan itu, apa … itu milik bu Dinda?” Ada jeda diam di sana. “Ya.” “Astaga, Dandy. Kenapa kamu nggak cerita? Aku … aku nggak akan tanya-tanya kalo kamu bilang sedari awal, tapi … tapi … kenapa cardigan bu Dinda ada di dalam mobilmu?” “Aku men

