Dandy menggeleng kecil, tidak sepakat dengan pendapat Inka bahwa Dinda yang selalu melihat sosok papanya di setiap kali melihatnya. “Tidak juga, dia tetap melihat aku seutuhnya. Jikapun dia melihat ada sosok papa di diriku, itu hanya bagian kecil," ujarnya, yakin bahwa Dinda yang sebenarnya diam-diam menyukainya. Inka menghela napas panjang, menatap bebas Dandy dengan melipat kedua tangan. “Jadi Edith telah mengkhianatimu.” “Sudah aku ceritakan dan itu cukup beralasan bagiku untuk memutuskannya secara baik-baik.” Inka mengangguk kecil. Dandy bersiap-siap berdiri karena dia yang harus kembali ke kantor segera. “Oke, Dandy. Aku tunggu bab selanjutnya,” ujar Inka, yang kini cukup akrab dengan Dandy, hingga sudah mengubah cara bicara di antara mereka. Dandy mengangguk mantap, yakin d

