Bab 51

680 Words

Beberapa minggu setelah pertemuan di rumah lama dan hujan sore yang menenangkan, Alena mulai merasa lebih tenang, meski hatinya masih rapuh. Ia mulai percaya bahwa Rendi sungguh telah berubah, namun rasa waspada tetap melekat, terutama setelah kemunculan Cindy. Suatu malam, ketika mereka sedang menikmati makan malam sederhana di rumah sewaan, telepon berdering. Rendi mengangkatnya, dan raut wajahnya berubah serius. Setelah beberapa kata, ia menutup telepon dan menatap Alena dengan wajah tegang. “Alena… ada masalah. Cindy tidak sendiri,” ucapnya pelan. “Ada pihak lain—orang yang ingin memanfaatkan situasi dan melemahkan kita. Mereka mungkin mencoba mengambil alih aset keluarga atau bahkan membahayakanmu.” Alena menelan ludah, jantungnya berdebar. Ia menatap Rendi, melihat ketulusan dan k

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD