Mobil yang dikendarai Cindy terus melaju di jalan tol yang lengang. Lampu jalan memantul di kaca depan, sementara Alena duduk di kursi penumpang dengan tangan masih memegang flashdisk erat. Udara di dalam mobil terasa pengap, penuh ketegangan yang belum pecah. Cindy mengemudi dengan pandangan lurus, tidak banyak bicara, seolah sedang menimbang apakah sebaiknya ia mengatakan sesuatu atau tetap diam. Setelah beberapa menit, Alena membuka suara lebih dulu. Ia bertanya pelan, ingin tahu mengapa Cindy tiba-tiba muncul malam itu dan menolongnya. Cindy tidak langsung menjawab. Ia menyalakan lampu kecil di dashboard dan menatap Alena sekilas sebelum kembali fokus pada jalan. Lalu dengan nada datar ia berkata bahwa ia sudah lama memantau Rendi. Katanya, Rendi berubah sejak kecelakaan itu, menjadi

