Bab 47

1807 Words

Tepat setelah ba'da isya, tiba tiba saja suara motor Mahendra kembali terdengar berhenti di depan rumah Iroh. Lampu minyak di ruang tengah masih menyala redup, menandakan penghuninya belum tidur. Iroh yang sedang berbaring di balai-balai langsung menegakkan badan saat mendengar ketukan dari arah pintu. Tok tok tok. "Assalamualaikum Mbak Iroh, saya Hendra." Iroh tersenyum sendiri. Buru-buru ia merapikan rambut dan dasternya yang sedikit kusut. "Walikumsalam... Masuk aja, Ndra! Pintu nggak dikunci kok." Hendra masuk dengan tangan membawa dua kantong plastik. Satu bungkusan plastik kecil warna putih, satu lagi kantong paper bag cokelat yang mengeluarkan aroma manis menggoda. "Wah, bawa apa lagi nih, Dra. Perasaan kamu kalo kesini selaluu aja bawa sesuatu?" tanya Iroh, matanya berbinar.

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD