Setelah seharian bekerja di ladang memanen hasil kebun, malam ini aku dan Andi leyeh leyeh di atas lantai kayu sambil saling memijat. Kepalaku rebah di pangkuannya sambil kedua kakiku memijat pelan betis dan pahanya, sementara Andi yang duduk bersandar di dinding, memijat kepalaku yang sedikit terasa berat. Berat bukan karena capek bekerja di ladang, tapi semenjak kehadiran Helena yang sekarang tinggal di sebelah pondokku, aku dan Andi harus dibuat pusing oleh tingkahnya yang menyebalkan. "Gimana sayang? Apa sudah enakan?" tanya Andi sambil terus mengurut dahi dan leherku dengan lembut tapi tetap terasa. " Iyah, enakan. Ternyata kamu bisa juga yang pijat pijat begini?" Andi tertawa kecil. "Kan karena kamu yang mengajariku..." Tapi tak lama kemudian terdengar suara ketukan dari arah pi

