“Kamu mau sampai kapan juga memaksakan ekspektasi kamu? Tasya, kamu pikir Cuma kamu perempuan di dunia ini? Sadar, di luar sana banyak yang lebih sempurna di banding kamu, yang jauh lebih baik, yang jauh lebih cantik, yang jauh lebih sempurna di banding kamu. Aliya misalnya. Apa yang kamu harap dari diri kamu? Kamu Cuma modal cantik putih, kamu pintar? Tidak. Karir kamu? Nol. Sudahlah, saya sudah terlalu merendahkan kamu. Sekarang kamu pulang, sudah jangan ganggu saya dan Aliya lagi. Saya tegaskan ya, Aliya sudah jadi ratu di hati saya, kamu bukan lagi ratu nya. Silahkan pergi, perbaiki attitude kamu, perbaiki yang salah dan juga saya titip salam buat pacar kamu.” Ucap Gellar sembari menyeret Tasya hingga keluar dari pekarangan rumah nya, ia benar – benar sudah muak dengan

