“Kenapa mas?” Tanya Aliya ketika mereka berdua berhasil duduk setelah lelahnya mengikuti rangkaian acara hingga sesi foto yang memakan tenaga, kaki Aliya bahkan sudah hampir mati rasa karena terlalu lama berdiri sejak tadi. “Dadda kamu.” Ucap Gellar tepat di telinga Aliya. Ia sengaja berbisik, tidak mau terdengar oleh orang lain. “Besar?” Balas Aliya dengan candaaannya. “Aliya…” “Iya kenapa? Ngomong yang jelas atuh, aku mana tau maksud kamu apa kalau kamu ngomongnya sepatah dua kata doang.” Balas Aliya. “Baju nya naikin sedikit.” Balas Gellar, Aliya kemudian menyadari bahwa belahan d**a pada baju nya terlalu rendah hingga membuat sebagian dari bagian tubuh nya dapat sedikit terlihat.
Download by scanning the QR code to get countless free stories and daily updated books


