Saat Rizal sedang larut dalam lamunannya, tiba-tiba ponselnya berbunyi. Lamunan jadi buyar, saat suara melengking itu memenuhi ruangan. Rizal bangun dari rebahannya. Dia kemudian berjalan menuju ke meja sudut, tempat dia mengisi daya ponselnya. Mata Rizal kembali tersenyum, seiring dengan senyum di bibirnya. Dia kemudian segera melepas kabel pengisi dayanya dan duduk di tepi tempat tidur. “Di mana kamu, Vin?” tanya Rizal yang sedang menunggu Kevin. “Udah deket. Tapi ban mobil kena paku. Ini lagi di tambal dulu,” jawab Kevin di seberang sana. “Kok bisa?” “Kok bisa kok bisa. Ya bisa lah! Nih buktinya kempes. Udah tungguin aja bentar, ini udah dikerjain.” “Iya deh. Buruan ya, takut kemalemam.” “Istrimu gak ikut kan?” Kevin memastikan. “Gak. Ntar dia nyusul naik travel.” “Ya udah, tu

