55. Sebuah Kesempatan

1225 Words

Aletta dibuat terdiam. Dia tidak bisa mengatakan apa-apa lagi. Apa yang dikatakan Siska ada benarnya juga. Siapa tahu, Kevin juga mengenalinya. Bagaimana pun juga, yang berubah hanya penampilan, tapi wajah Aletta tetap sama. Meski mungkin membutuhkan waktu untuk meyakinkan, tapi bukan berati tidak bisa dikenali lagi. Aletta menggeleng keras. Dia tidak ingin larut dalam pikiran yang terlalu jauh tentang Kevin. Hidupnya sudah terlalu bahagia untuk kembali mengingat manusia tidak penting seperti Kevin. “Udah ah! Ngapain sih bahas tuh orang. Kurang kerjaan banget!” tegas Aletta yang tidak ingin lagi terhubung dengan Kevin. Siska bersandar santai dan menyimpan ponselnya. “Ya maap, kan aku cuma kasih tau aja.” “Lagian mau itu dia ngenalin aku ato gak, itu gak penting. Aku gak peduli lagi.”

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD