“Sayang, bangun yuk. Sholat dulu,” panggil Hamzah pelan di samping istrinya saat azan subuh terdengar. “Mas,” panggil Aletta pelan sambil menggeliat. “Yuk, tayamum aja ya.” Aletta yang masih terbaring hanya berdehem sambil mengedipkan matanya beberapa kali, mengumpulkan semua nyawanya. Hamzah pergi ke kamar mandi dulu untuk mengambil kan air hangat di baskom untuk istrinya cuci muka dan gosok gigi. Setelah itu dia akan membersihkan diri sambil berwudu. Hamzah keluar dari kamar mandi dan melihat istrinya kembali berbaring sambil memegangi perutnya. Dia mendekat ke bed Aletta untuk mengecek keadaan sang istri. “Sayang, kenapa? Perutnya sakit?” tanya Hamzah sambil memegangi sang istri. “Mas, mules banget,” jawab Aletta sambil terus meringkuk dan keringat dinginnya mulai keluar. Hamzah

