Deru napas Hamzah terdengar berat saat brankar Aletta didorong masuk dengan terburu-buru oleh tim medis. Hamzah terus mengikuti laju roda brangkar dan meninggalkan Surya yang masih berusaha mengikuti dari belakang. “Bapak tunggu di sini, ya. Kami harus melakukan pemeriksaan stabilisasi dan USG darurat,” tegas seorang perawat menahan Hamzah di ambang pintu. “Tapi Sus, di—“ Surya menepuk pundak menantunya. “Udah Ham, biarkan mereka bekerja. Demi Letta, Ham,” ucap Surya pelan agar Hamzah tidak memperlambat kerja tim medis. Hamzah hanya bisa terpaku. Di melepas tangannya dan membiarkan pintu itu kembali tertutup rapat. Surya mengajak menantunya duduk. Pria muda yang sangat mencintai putrinya itu terlihat lemah saat jauh dari kekasih hatinya. Hamzah terduduk lemas di kursi besi yang din

