When you visit our website, if you give your consent, we will use cookies to allow us to collect data for aggregated statistics to improve our service and remember your choice for future visits. Cookie Policy & Privacy Policy
Dear Reader, we use the permissions associated with cookies to keep our website running smoothly and to provide you with personalized content that better meets your needs and ensure the best reading experience. At any time, you can change your permissions for the cookie settings below.
If you would like to learn more about our Cookie, you can click on Privacy Policy.
“Ayah, Ayaah.” panggil seorang anak kecil sambil berlari-lari di taman. “Ayah, cini!” panggilnya lagi, dengan wajah yang sangat ceria. “Ayo, kita main lali-lalian.” anak itu melambai-lambaikan tangannya, menyuruhnya agar segera mendekat. Sedangkan, lelaki yang di panggil Ayah oleh anak itu. Hanya bisa terdiam dengan tatapan bingungnya. Kemudian, anak itu berlari mendekatinya dan merentangkan tangannya lebar. Seakan-akan meminta lelaki itu untuk memeluknya. “Aku kangen Ayah” ucap anak itu. Di saat lelaki itu akan memeluknya, tiba-tiba anak itu menghilang begitu saja dari hadapannya. Aksa terperanjat dari tidurnya. Dengan nafas yang terengah-engah, Aksa meraih satu gelas air minum yang berada di atas nakas. Kemudian dia mengusap keringat yang bercucuran di dahinya. “Ya Tuhan, k