KAMU TIDAK TERLUPAKAN

1104 Words

Wira menanti jawaban Jelita. "Aku... Percaya pada pertimbanganmu," jawab Jelita. "Kalau misal, memang benar urusan pribadi yang hendak dibahas Ranu itu terkait aku, maka..." Jelita menatap Wira, "Ibu Ajeng merupakan orang baik yang telah membantuku, dan aku yakin kalau kamu juga orang baik. "Kamu pasti tahu apa sekiranya pembahasan nanti dengan Ranu akan membahayakanku atau tidak. Jadi silahkan saja untuk menceritakan apapun yang menjadi pembicaraan nantinya." Wira mengangguk, "Apapun bisa aku ceritakan? Termasuk soal kehamilanmu....?" Jelita menatap Ganika meminta masukannya. "Aku pikir, jangan dulu..." Ganika memberi masukan. "Maksudku, kalau sampai harus membahas hal tersebut, lihat dulu situasinya. "Bukan berarti dirahasiakan, tapi situasi saat ini membuat kita harus berha

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD