Ranu menarik nafas panjang. “Sejujurnya, saya ingin langsung mendatangi Jalan Bambu, tapi… Was was juga,” ungkapnya. “Saya tidak mau mengambil resiko adanya orang orang AP yang mengetahui hal ini. "Akan gawat kalau lokasi Jelita diketahui mereka." “Bagaimana? Apa kamu bisa membantu saya? Tolong susuri area sekitar Jalan Bambu dan mencari tahu keberadaannya. Ini memang merepotkan, tapi saya tidak bisa memercayai orang lain untuk tugas sepenting ini,” Ranu menunggu jawaban Wira. Wira menoleh ke belakang dan memastikan pintu ruangan tertutup rapat. “Bapak…” ia merasa gugup. Ranu bisa membaca perubahan sikap karyawannya tersebut, “Kenapa?” “Apa… Apa ruangan ini aman?” tanya Wira pelan. “Tentu saja. Seluruh lantai ini sudah diamankan dari penyadapan dan sejenisnya,” jawab Ranu. “Ada a

