HARU

1307 Words

Wira mengarahkan jalan agar Banyu mengikutinya. Keduanya melewati lorong gang yang kecil dan berbelok belok. Dengan sabar Banyu berjalan, meski hatinya seperti hendak meledak menahan rasa yang menggelora. Jalanan sempit di gang kecil tersebut membuatnya sesak. Banyu ingin segera menemui Jelita. Sampai akhirnya mereka berhadapan dengan tembok tinggi dengan pintu pagar kecil yang cukup satu orang. “Kita masuk lewat sini. Ini pagar halaman belakang rumah orang tua saya,” terang Wira. Banyu hanya mengangguk. Wira membuka pintu tersebut dan mempersilahkan atasannya untuk masuk. Banyu melewati pagar tersebut yang tingginya hampir sama seperti tinggi tubuhnya hingga ia harus sedikit menunduk. Keduanya kemudian memasuki bangunan rumah dari pintu dapur. “Kedua orang tua saya sedang per

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD