APA AKU ANGKAT?

1052 Words

Ranu mengangguk, “Tadi saat bertemu, saya sudah menyampaikan kemungkinan bapak yang ingin menemui ibu Jelita. “Hanya saja… Ibu Jelita menolaknya. Katanya…” Ranu menarik nafas panjang, “Katanya… Situasi bapak dan ibu sekarang berbeda karena bapak sudah menikah.” Banyu terperangah, “Bagaimana… Bagaimana Jelita bisa tahu?” “Saya tidak bertanya, jadi saya tidak tahu..” Ranu menggeleng. “Ini…” Banyu mengepalkan tangannya. Ia merasa marah… Marah hingga rasanya sekujur tubuhnya panas. Ia mematahkan pensil yang ada di mejanya dengan satu tangan saking amarahnya meluap luap. Aku sudah salah langkah. Oh… Aku meninggalkan istri yang sedang hamil. Istri yang aku sayangi… Dia… Dia hidupku… Banyu memejamkan matanya dan menahan segala gejolak perasaan di dirinya. Tidak pernah seumur hidupnya

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD