EXTRA PART. 9*

1136 Words

Tama bersandar di pintu mobilnya, matanya mengawasi setiap mobil yang keluar dari gerbang kampus tempat Dina menuntut ilmu. Sudah sekian menit ia menunggu, tapi mobil Dina belum terlihat juga ke luar dari gerbang kampus. Hati Tama semakin diliputi kegelisahan, ada rasa cemas, ada rasa rindu. Sudah tiga hari sejak kejadian lamarannya ditolak oleh orang tua Dina. Sampai saat ini Dina tidak mau menerima telpon ataupun membalas pesan darinya. Ingin datang langsung ke rumah Dina, Tama merasa tidak enak dengan orang tua Dina. Karena itulah ia memutuskan untuk menunggu Dina di gerbang kampusnya. Drrtt..drrtt.. Suara ponsel di atas dashboard mobil mengagetkannya. Diraih ponselnya dengan cepat, siapa tahu Dina yang menelponnya. "Ayah" gumamnya. "Assalamuallaikum Ayah, ada apa?" "Walaikums

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD