Bab 25. Cemburu Membakar Hati

1182 Words

Jandita menemukan Dewangga sudah rapi di ruang tengah. Jas hitam membingkai tubuh pria itu dengan sempurna, jam tangan perak melingkar di pergelangan tangannya seperti biasa. Ia sedang merapikan manset, wajahnya tenang,ntipe pria yang seolah-olah tidak pernah tergesa-gesa, padahal seluruh dunia menunggu langkahnya. “Om mau berangkat sekarang?” tanya Jandita sambil mendekat, nada suaranya masih sama seperti sebelumnya. Dewangga menoleh. Alisnya terangkat tipis, tapi tidak mengomentari panggilan itu. “Iya. Kamu?” “Aku mau izin pergi ke butik. Ada yang harus dicek,” kata Jandita. “Barengan aja. Gimana?” Jandita mengangguk cepat. “Oke.” Ia berbalik dan hampir berlari kecil ke kamar. Walaupun sesekali meringis. Ia mengambil tas, merapikan rambut sekadarnya, lalu kembali dengan langkah pe

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD