Bab 45.Hukuman Yang Menyenangkan

1195 Words

Sore berganti senja dengan gradasi warna ungu dan jingga yang mempesona di cakrawala. Di dalam kamar utama yang luas, Jandita sedang berdiri di depan ranjang besar yang tertutup sprei sutra. Di atasnya, berserakan beberapa helai kain tipis yang sangat minim—lingerie dengan berbagai warna, mulai dari hitam yang elegan hingga merah marun yang menggoda. Jandita menggigit bibir bawahnya, jemarinya menyentuh lembut salah satu busana berbahan renda transparan. Debar jantungnya tidak menentu. Ucapan Dewangga sebelum berangkat ke kantor tadi benar-benar menanamkan benih antisipasi yang membara di ulu hatinya. Ia ingin memberikan yang terbaik untuk suaminya, sebagai perayaan atas runtuhnya dinding es antara Dewangga dan Tara. Tiba-tiba, suara ketukan pelan di pintu membuyarkan lamunannya. Jandita

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD