Chapter 34

1752 Words

“Sudah tiga hari Tia tidak masuk. Ke mana saja dia? Dia masih belum membalas pesanku. Membacanya saja tidak” Gumam Savannah yang terus memelototi ponselnya sejak ia dan Aldebaran keluar dari area kantin. “Matamu akan rusak kalau menatap ponselmu terus” Ujar Aldebaran membuat Savannah menghela nafas frustasi. “Sebenarnya ada apa dengan Tia?” Tanya Savannah. “Kenapa kau sangat peduli padanya?” Tanya Aldebaran. “Kenapa pertanyaanmu seperti itu? Tentu saja aku peduli padanya. Dia ‘kan temanku, temanmu juga. Orang pertama yang mau jadi temanku saat aku pindah ke sini di hari pertama. Lagi pula, aku juga sudah menganggapnya sebagai sahabatku. Ke mana-mana selalu berdua. Jadi, aku merasa aneh saat dia tidak ada” Jelas Savannah. “Kau bisa mengandalkanku saat dia tidak ada” Ucap Aldebaran. “P

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD