Bab 29 – Malam yang Penuh Hasrat

1119 Words

Reza masih harus keluar. Ada telepon yang tidak bisa ia abaikan, nama-nama yang tidak bisa ia tunda. Ellya melihatnya mengenakan jaket lagi, wajahnya kembali serius, fokusnya berpindah. Namun ada perbedaan yang jelas. Tidak ada topeng. Tidak ada kepura-puraan. “Aku tidak lama,” ucap Reza di ambang pintu. Ellya mengangguk. “Aku tunggu.” Reza menatapnya, seolah ingin mengatakan lebih, lalu memilih mendekat dan mengecup kening Ellya singkat. Gestur kecil itu terasa jauh lebih dalam daripada semua ciuman sebelumnya. Pintu tertutup. Rumah kembali sunyi. Ellya duduk di tepi ranjang. Jantungnya belum sepenuhnya tenang. Ia menyandarkan punggung ke sandaran, menarik napas panjang, lalu mengembuskannya perlahan. Ada rasa hangat yang menetap di dadanya, bercampur kebingungan yang belum menemukan

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD