"Mama dan Papa benar-benar kecewa denganmu, tetapi kami tidak punya pilihan lain selain merestuimu." "Papa..." Mata Icy yang sedari tadi berkaca-kaca kini mulai meluncurkan bulirannya. Icy kecewa, marah, kesal dan juga benci pada orangtuanya tetapi ia sayang dan tidak tega diwaktu bersamaan. Icy tidak tahu apa yang terjadi dimasalalu ibunya hingga membuat wanita itu memperdengarkan tangisan yang menyayat hatinya. Mencoba menghilangkan perasaan penuh bersalah yang menggelayut hatinya, Icy akhirnya bangkit dari kursinya dan menuju ke tempat sang ibu yang masih dalam pelukan ayahnya. "Mama... Maafkan Icy." Pada saat itu barulah Marina mengangkat wajahnya yang bersimbah air mata menatap Icy. "Maafkan Icy yang sudah membuat Mama kecewa dan menangis." Icy berkata demikian seraya berlutut dih

