TWENTY SEVEN

1006 Words

Jonathan dan Icy duduk dihadapan Aston. Berbeda dengan Jonathan yang tampak santai, Icy sangat takut dan gugup. Sedangkan Aston menampakkan wajah seriusnya. "Jonathan." "Aku mencintai Icy, dan aku ingin menikahinya." Ucapan tegas itu membuat Icy mengalihkan tatapannya pada Jonathan. Lalu tanpa diduga Jonathan malah mengambil sebelah tangannya dan menggenggam jemarinya dihadapan Aston. "Aku sudah menduganya sejak kau sering menginap dirumah. Bahkan pergi ke kamar Icy juga ruang studionya." Aston menghelakan nafasnya pelan, menatap cucu kandungnya dengan tajam. "Bukankah aku sudah mengatakan padamu sebelumnya? Hidup Icy begitu rumit dan usianya masih sangat muda. Kenapa kau berani bermain-main Jonathan?" "Aku tidak bermain-main, aku serius. Aku juga tidak masalah dengan jarak usia diantar

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD