TWENTY TWO

1014 Words

Icy kembali ke kamarnya selepas makan malam, dalam hati bersyukur tidak ada Jonathan muncul sampai sekarang. Setelah pintu kamarnya ia kunci, Icy segera mengambil benda yang ia beli tadi didalam tasnya. Menatapnya sesaat sebelum beralih pada ponselnya dan mencari tahu lebih dalam bagaimana cara penggunaan benda itu. Ia berharap sekali bahwa ia tidak hamil meskipun ketakutan itu sangat mendominasi dirinya. Ia tidak tahu apapun tentang kontrasepsi dan lain-lainnya, ia begitu bodoh. Mendengar bagaimana Kakek Aston mendapatkan istrinya itu menjadi ketakutan sendiri untuk Icy, apa mungkin Jonathan sedari awal memang memiliki tujuan untuk menghamilinya agar mereka bisa menikah? Jika benar Icy hamil, apa yang harus ia lakukan? Icy mengusap kepalanya yang terasa pening, semua ini terasa begitu b

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD