Sore mulai menjelang. Sisa-sisa perhelatan telah dirapikan. Lara dan Bagas juga telah berganti pakaian biasa. Mereka berdua memang sepakat untuk melakukan pernikahan ulang ini secara sederhana. Yang penting ijab kabul dan sah saja. Lara menghampiri Pak Yono yang duduk di teras rumah. Pak Yono akan kembali ke Jakarta sore ini juga. "Aku memanaskan mesin mobil dulu ya, No?" Lara mendengar Pak Amat berbicara dengan Pak Yono. "Iya, Mat. Aku menunggu di sini saja ya? Panaskan mobilmu sekitar sepuluh hingga lima belas menit, agar oli mobil dapat tersirkulasi dengan baik ke seluruh bagian mesin mobil. Kamu itu selalu malas memanaskan mobil. Makanya mobilmu ini sering mogok. Padahal mobil ini adalah kakimu dalam mencari nafkah," kecam Pak Yono. Lara tersenyum kecil. Pak Yono ini menjadi supir