Saat ini Zefa, Shafeeya dan Amara sedang melakukan panggilan video seperti biasa. Mereka selalu lakukan ini seminggu sekali untuk membicarakan perkembangan proyek mereka. “Gue rasa, pak Vier semakin curiga nih. Tapi masih aman laah, ntar kalau udah yang ngeganggu banget, gue minta Shafeeya jauhin pak Vier dari gue ya.” “Kenapa kita gak bilang terus terang aja sih ke om Vier jadi dia gak bakalan gangguin rencana kita?” tanya Shafeeya, “kan om Vier sepupunya tante Yani, pasti akan memihak ke kita dong.” Amara menggeleng, tidak menyetujui usulan Shafeeya, “jangan, untuk sementara ini lebih aman kalau hanya kita bertiga yang tahu. Om Vier gampang ntar deh.” “Satu masalah lagi, Ra, bokap elu ngajak gue ikut meeting di Bali, dua malam tiga hari. Berdua doang ini. Hiiy… geli gue, Ra. Gimana

