Reya dan Yunki di taman. Yunki menatap sang malaikat yang sejak tadi hanya terdiam. Reya kemudian melirik ke arah pria itu dan tersenyum. Meski Reya tak bisa mengingat Yunki tapi, ia tetap bisa merasakan ada yang berbeda dengan pria itu "Maafkan aku. Anda bisa bercerita tentang diri Anda semasa hidup. Aku suka sekali mendengar cerita tiap jiwa yang akan aku temani hingga ke gerbang roh." "Reya," panggil Yunki. "Maaf?" Reya menatap penuh tanda tanya. Bagaimana bisa pria itu mengenal dirinya? Namun, sapaan Yunki membuat ngilu di relung hatinya. Reya memegangi dadanya yang terasa sakit tanpa ia tau sebabnya. "Kau tak mengingatku?" Tanya Yunki. "Ah, maaf ...." Reya benar-benar tak bisa mengingat pria itu. Yunki hela napas ia mengangguk saja berusaha memaklumi apa yang terjadi kini. "

