Kecewa

1012 Words

"Selamat datang." Tepat ketika Nadia selesai menyusun kue-kue di rak, seorang kurir masuk dengan membawa sebuah karangan bunga besar. Bunga itu dihiasi pita merah muda yang cantik, menonjolkan keindahannya. "Selamat siang, Mbak. Karangan bunga ini untuk Nadia. Apakah benar ini alamatnya?" tanya kurir itu. Nadia menatap heran. Siapa yang mengirim bunga untuknya? "Ya benar. Itu saya." Nadia mengangguk dan segera menerima karangan bunga itu. Di antara rangkaian bunga mawar putih dan merah yang harum, ada sebuah kartu kecil terselip. Nadia menarik kartu itu dengan hati-hati, membacanya pelan. "Untuk Nadia, wanita yang selalu ada di pikiran dan hati. Dari Surya." Jantung Nadia berdebar sejenak. Surya, nama itu tak pernah hilang dari hidupnya. Meski sudah lama tak berkomunikasi secara

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD