Chapter 37: Lamunan

1244 Words

“Ini makan siang dan juga kopinya ya, Pak.” ujar Anna. Sekretaris Ervin yang baru sejak dua tahun yang lalu. Ervin mengernyitkan keningnya merasa tidak memesan apapun untuk makan siang hari ini. “Iya-iya, pak Ervin memang tidak meminta untuk makan siang nasi box seperti ini cuma saya inisiatif sendiri.” “Kamu harusnya bertanya dulu sama saya.” Ervin menjawab agak ketus. Gadis berusia 25 tahunan itu cukup syok tapi dia bisa menguasainya. “Setidaknya diminum kopinya ya, Pak.” Ervin menghela nafas cukup berat. Ia mengambil kopi dari paper bag kedai cukup terkenal dan menyeruputnya. Ia jadi teringat kalau hari ini ia belum mengkonsumsi kafein sedikitpun karena kesibukannya di pikiran dan hatinya yang menguasai badannya. “Kenapa bukan kopi biasa?” “Bapak butuh varian kopi lain, yang m

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD